Kredit Rumah Atau Apartemen, Simak Dulu Ini!!!

Kredit Rumah Atau Apartemen, Simak Dulu Ini!!!

Rumah atau apartemen? Mungkin buat yang tinggal jauh dari kota-kota besar, rumah tapak merupakan pilihan utama. Namun, bila Kamu tinggal di perkotaan, apalagi pusat bisnis, tentu saja apartemen Jakarta Selatan merupakan pilihan tempat tinggal yang terbaik. Alasan itu logis, sebab kota-kota kecil masih memiliki banyak tanah yang bisa dibeli untuk membeli rumah. Harga rumah di kota-kota kecil tidaklah setinggi di kota-kota besar sehingga banyak orang bisa menjangkaunya. Sayangnya, hal ini tidak bisa benar-benar diterapkan di kota-kota besar. Membeli tanah menjadi kemewahan tersendiri karena harganya yang tinggi sejalan dengan semakin sedikitnya tanah. Alternatifnya adalah tinggal di apartemen.

Namun bukan berarti jika tinggal di kota besar maka harus tinggal di apartemen. Jika mampu, Kamu juga bisa mencari celah untuk membeli rumah tapak. Namun sebelum mengeluarkan uang untuk membeli rumah atau apartemen, ada baiknya memahami kebutuhan terlebih dahulu.

Pilih yang dekat tempat kerja

Apartemen biasanya berada di tengah kota, sehingga mudah pergi ke mana-mana. Karena itu, jika tempat kerja juga ada di tengah kota, apartemen bisa menjadi pertimbangan bagi tempat tinggal. Hal ini akan menghemat waktu dan biaya untuk transportasi. Selain itu,akan lebih singkat berurusan dengan macet. Namun jika tempat kerja berada dekat tepian kota, mencari rumah tapak masih memungkinkan. Harga rumah tapak di pinggiran kota juga biasanya lebih murah dari yang di tengah kota.

Beli properti, mesti sesuaikan pendapatan

Membeli rumah bisa jadi jatuh lebih murah daripada membeli apartemen. Mengapa demikian? Apartemen biasanya datang dengan berbagai macam fasilitas, sehingga biaya perawatan fasilitas tersebut tentu akan masuk hitungan. Lokasinya yang strategis juga jadi salah satu faktor mahalnya apartemen. Belum lagi biaya hidupmu, ingat kamu tidak hanya perlu tempat berteduh saja, tapi makanan dan kebutuhan lainnya juga perlu kamu penuhi. Jika pendapatan Kamu tidak mampu menutup angsuran bulanannya, mungkin lebih baik Kamu pertimbangkan untuk membeli rumah agak jauh dari pusat kota.

Hitung biaya perawatan

Jika termasuk tipe orang yang ingin kemudahan, mungkin apartemen bisa jadi cocok dengan Kamu. Iuran bulanan yang harus dibayarkan sudah menjadi satu; dari listrik, air, telepon, internet, keamanan hingga biaya keanggotaan gym atau penggunaan kolam renang. Memiliki rumah dengan fasilitas semewah apartemen akan menguras kantong dengan berbagai macam biaya perawatan dan iuran bulanan. Selain itu, Kamu juga masih direpotkan dengan berbagai macam iuran yang berkaitan dengan lingkungan. Apalagi, jika apartemen Jakarta Selatan dijual nantinya dekat dengan tempat kerja, maka akan hemat ongkos transportasi.

Legalitas surat seperti SHM, HGB, atau lainnya

Untuk masalah legalitas, dokumen kepemilikan rumah atau Surat Hak Milik (SHM) masih nomor satu. SHM tidak memiliki batas waktu dan bisa diwariskan. Artinya, jika sudah membeli rumah dan mendapat SHM maka selamanya rumah tersebut akan menjadi milik Kamu hingga memindahtangankan SHM tersebut atau menjualnya. Apartemen menggunakan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang biasanya berlaku selama 20 tahun. Juga harus memastikan bahwa tanah tempat berdirinya apartemen merupakan milik pengembang. Jika pengembang menyewa tanah tersebut, maka tanah dan bangunan di atasnya akan menjadi milik pemilik tanah setelah masa sewa pengembang habis. Perubahan kepemilikan bisa menyulitkan Kamu, apalagi jika biaya-biaya ikut berubah.

Syarat kepemilikan

Apapun pilihannya, yang terpenting adalah cara bagaimana memiliki rumah atau apartemen yang diidamkan. Sistem kredit dari berbagai bank saat ini tersedia. Namun, jika tertarik untuk melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), ada beberapa syarat umum yang harus Kamu penuhi. Secara umum, Kamu wajib Warga Negara Indonesia (WNI), berumur 21 tahun hingga 55 tahun, dan memiliki pekerjaan tetap. Namun, beberapa dokumen yang harus disiapkan antara lain:

  • Kartu Tanda Pengenal (KTP) pemohon dan pasangan (suami/istri)
  • Salinan Kartu Keluarga, Surat Nikah, dan NPWP Pribadi
  • Slip Gaji terakhir atau Surat Keterangan Gaji/Penghasilan
  • Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir

Selain persyaratan diatas kamu jyga harus memperhatikan bagaimana reputasimu di mata Bi atau Bank Indonesia. Apakah kamu pernah mengalami kredit macet atau kartu kreditmu masih memiliki tunjangan. Bila begini akan sulit bagi kamu untuk mendapatkan persetujuan atas KPR atau KPA yang kamu ajukan. Beberapa bank bahkan memiliki beberapa persyaratan khusus untuk para nasabahnya yang akan mengajukan KTA dan KPR.

Baik rumah ataupun apartemen yang kamu jadikan sebagai tempat tinggal. Yang paling penting ialah penyesuaiannya dengan kebutuhan dan kondisi keuanganmu saat ini. Perhitungkan semuanya mulai dari biaya cicilan bulanan apakah akan memberatkan atau tidak?, masih bisakah kamu menabung walau sedikit setiap bulannya ?, lokasi tempat bekerja dan tempat tinggal nanti, akses trasportasi yang ada, dan pertimbangan lainnya.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu pahami sebelum memutuskan untuk memilih rumah atau apartemen sebagai tempat tinggal. Semoga ulasan pembahasan diatas bisa dijadikan sebagai informasi yang bisa menambah pengetahuan dan wawasanmu terhadap dunia property.